Yuyun Sempat Sedih, Sekarang Sembuh
Jumpa pers yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kukar turut dihadiri Yuyun Nurhayati, yang sudah dinyatakan negatif Covid-19
TENGGARONG- Pasien
pertama positif Corona dari Cluster KPU, Yuyun Nurhayati sudah dinyatakan
sembuh total dari corona. Yuyun sudah menjalani isolasi selama 16 hari untuk
dirawat secara itensif oleh tim medis RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang
yang merawatnya sampai sembuh. Yuyun sempat mengalami sedih hingga antibodinya
drop drastis, karena mengetahui dampak dari pasien yang dinyatakan positif.
"Saya sempat
demam dua hari, sempat dibawa ke klinik bina sentra, namun tidak sembuh juga,
akhirnya pihak klinik menyarankan saya untuk ke RSUD, dan setelah ke RSUD saya
harus menjalani isolasi, karena positif corona," jelas Yuyun,
Minggu(5/5/2020) siang, di Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Corona Kukar.
Yuyun menjelaskan,
yang membuat dirinya stres, sempat memikirkan dari mana penyebab dirinya bisa
terkena virus corona, karena yuyun pernah mengikuti acara KPU di Jakarta.
"Yang bikin
sedih juga, bagaimana saya tidak bisa berkumpul lagi bersama keluarga, tidak
boleh lagi keluar rumah, mengikuti prosedur isolasi yang diberlakukan
pemerintah sesuai standar kesehatan," katanya.
Yuyun sangat
berterima kasih kepada pemkab kukar dan dinkes kukar, yang telah gerak cepat
menolong dirinya, serta tenaga medis RSUD AMP yang merawat dirinya semasa
isolasi.
"Anjuran pemerintah,
agar lakukan sosial distancing, harap diikuti masyarakat kukar demi memutus
mata rantai penyebaran covid-19. Masyarakat juga harus jaga kebersihan dengan
mencuci tangan dengan sabun, dan jangan membiarkan kuku panjang, karena mudah
terjangkit virus.
Dijelaskan Kadinkes
kukar, dr Martina Yulianti memastikan, setelah saudara Yuyun dilakukan tes yang
kedua dan ketiga, ternyata hasilnya negatif, sehingga bisa dinyatakan sembuh
dan diperbolehkan pulang, tapi tetap harus waspada sosial distancing tetap
harus dilakukan sesuai intruksi pemerintah.
"Bu Yuyun sudah
sembuh, sehingga pasien positif sisa satu orang saja yang masih dirawat, dari
cluster Bogor. Untuk PDP sisa 15 orang, dan ODP masih 428 orang,"
jelasnya.(and)